Mengapa Bahasa Indonesia sulit?
Nur Adi Setyo, S. Pd. I*
Menurunnya tingkat keberhasilan Ujian Nasional tahun ini mengherankan, penyebabnya adalah dari beberapa mata pelajaran yang diujikan, bahasa indonesia menempati urutan pertama sebagai soal yang paling sulit dijawab, dan anehnya hal ini terjadi tidak hanya di daerah-daerah tetapi juga terjadi dijakarta dan sekitarnya.
Otong Kosasih Kepala Dikmenjur Dinas Pendidikan Kota Depok di dalam Rapat Sosialisasi Ujian Ulang di SMA 1 Depok beberapa saat yang lalu mengungkapkan bahwa nilai Bahasa Indonesia Tingkat SMA anjlok, nilai terendah 1,3. Padahal untuk pelajaran yang lain nilai terendah adalah 3,25.
Meski belum ada kajian dan evaluasi tentang soal UN Bahasa Indonesia, disinyalir materi soalnya lebih sulit daripada soal UN tahun 2009 lampau, selain itu materi soalnya lebih sulit daripada soal-soal uji coba (try-out) dan pra-UN yang digelar sekolah.
Faktor –faktor penyebab
Under estimate dan perasaan grogi dan belum siapnya siswa menghadapi ujian diduga menjadi salah satu penyebab, mengingat Bahasa Indonesia menjadi pelajaran yang diujikan pada hari pertama ujian nasional, dan saat mereka membaca soal ternyata tidak sesuai dengan apa yang mereka angankan, dan akhirnya menjadi penyebab mereka gagal menjawab soal dengan benar, oleh sebab itu perlu ada persiapan mental yang memadai agar siswa dari jauh-jauh hari mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh, semua mata pelajaran yang diujikan kualitasnya sama, tidak ada yang lebih mudah dan tidak ada yang paling sulit.
Faktor selanjutnya adalah soal bahasa indonesia sulit dijawab, jumlah soal dan panjangnya narasi membingungkan siswa, lalu ditambah dengan pilihan jawaban dengan konteks yang hampir sama seringkali menimbulkan persepsi yang berbeda-beda, hal ini bisa muncul jika siswa kemampuan membacanya rendah, sebab wacana-wacana yang dibuat soal memerlukan pemahaman yang baik, lalu kemudian adalah kemampuan siswa untuk dapat mengidentifikasi kalimat utama, ide pokok dan gagasan-gagasan pokoknya serta jenis-jenis paragraf.
Yang tak kalah sulit adalah mengidenfikasi unsur instrinsik maupun ekstrinsik dari karya sastra, terutama unsur ekstrinsiknya, siswa acapkali tak faham apa muatan dari sebuah karya sastra atau unsur-unsur yang mempengaruhinya, sekali lagi hal ini timbul karena kurangnya minat baca siswa, minimnya buku, majalah dan karya sastra yang up to date diperpustakaan sekolah memberikan kontribusi pada persoalan ini.
Persoalan kesusasteraan amat erat kaitanya dengan sarana yang mendukungnya, sudah seharusnya lomba-lomba atau event tertentu yang berkenaan dengan sastra lebih sering dilaksanakan,mulai dari tingkat sekolah hingga pemerintah daerah setempat yang didukung oleh media dan dipublikasikan dengan baik.
Belum lagi jika kita mengarah kepada ranah menulis yang juga memperoleh porsi besar dalam pembelajaran bahasa indonesia. Bukan hanya siswa yang mengalami kesulitan, guru bahasa indonesianya pun banyak yang tidak mampu menghasilkan sebuah tulisan, baik yang bersifat fiksi, apalagi yang ilmiah.
Minggu, 09 Mei 2010
Senin, 18 Januari 2010
aku syetan
aku syetan
Hari ini aku bangun dengan tergesa, jam tanganku menunjuk angka 05.00, semalam keasyikan ngobrol.rupanya syetan telah menyumbat telingaku, dan menyelimutiku dengan hangatnya sehingga aku terlalu lelap untuk mendengar suara adzan subuh.
Nubrak nunyak aku segera lari ke dapur kuambil teko dan kuisi air, dan sejurus kemudian air itu telah kupasang di atas tungku, dan klik komporku mendesis dan menyala.lalu bergegas aku ke kamar mandi dan kuguyur tubuhku dari kepala hingga kekaki, aku baru nyadar ternyata sarungku belum kulepas...
'syetan' gerutuku.
Setelah kembali kuguyur tubuhku, kuraih botol sabun,
"weleh kok enteng banget". sambil kugoyang-goyang botol sabun ditanganku
ternyata tepat dugaanku... sabunku habis.
'syetan' gerutuku.
Terpaksa aku tak memakai sabun mandi...
"Okelah, gak pakai sabun, tetapi rambut yang telah kuguyur kok gak afdol tanpa sampo"....pikirku...
Kuraih kotak perlengkapan mandiku dan ...
"syetan!, perasaan baru satu minggu tuh sampo, udah abis sih?.."
kuraih handukku dan mulai menyeka tubuh basahku, aku berfikir segera kusudahi saja 'mandi basahku' ini.
setelah aku berwudlu kutunaikan sholat subuh,...
"aha", aku baru ingat nasib air yang tadi kurebus.
otakku terus terobsesi oleh hangat dan aroma kopi, begitu juga 'sesuatu' dalam perutku menggeliat menunggu seteguk kafein kopi..
sesampainya aku di dapur, mataku tak menemukan silau api warna biru dari kompor gas usangku,..
"siapa ya, yang telah mematikan kompor itu"....tanyaku
lalu mataku tertuju ke tombol kompor...."nah!!" pekik kutertahan
Gasku ternyata habis juga,sementara air belum mendidih, gimana mendidih,lha panas juga belom? gerutuku sambil memegang teko karena penasaran.
'syetan, gak jadi ngopi neh...' gerutuku.
Setengah sewot aku kembali ke kamar untuk ganti baju, kubukadan kucari baju seragam warna kuning gading dan celana warna hitamku....
Rak paling atas telah kuseleksi....
Rak kedua ku teliti....
Rak ketiga?, tak mungkin... ini khusus baju-baju anakku...
Kuulang lagi dari atas, lalu terus kebawah....
"Syetan" gerutuku.
Baju dan celanaku masih ditumpukan cucian yang baru kering, dan artinya belum disetrika...
Sesaat kemudian aku telah sedia untuk berangkat,ku cek kembali tas bawaanku, jam tangan, laptop, charger laptop, CD driver titipan temenku, dasi, dan kaos kaki...
"Ok. lengkap". aku meyakinkan diriku sendiri
"what!!". aku kaget... jam telah menunjukkan pukul 06.20
kusambar kunci motor,lalu kustarter dengan engkolan kuatku.lalu tancap gas.....
taklama kemudian aku sampai di prempatan deket kampus gunadarma, lampu merah terasa begitu lama,...
1...,2...,3 kutarik gas motorku....
chiiiiiitttt.... suara motor dari arah kiriku begitu memekakkan telingaku.
"syetan!!!" umpatnya."lampu merah"....teriaknya lagi
"ah kepalang tanggung.." pikirku gas kutarik lagi dan melaju kencang.
beberapa menit kemudian akupun telah masuk kekampus UI, tanpa kuduga motorku tiba-tiba mati!@
setelah kuinjak rem dengan mendadak dan menepi....
"jangan-jangan motorku semalem gak diisi bensin oleh iparku yang malem mingguan kemaren". pikirku.
"syetan!!!" umpatku.
benar-benar habis!!,
kering kerontang!!
terpaksa kudorong motorku.....
"sial, nih motor berat banget!!!"....
dongkol, gondok, mangkel, sebel.........
singkat cerita, sampailah aku ditempatku bekerja....
Gerbang sudah tertutup!!
"syetan!!!" umpatku.
Ku raba saku ku, dan kucari HP ku...tak kutemukan dan berarti telah tertinggal
"syetan!!!" umpatku.
lalu....
krekeeet... gerbang terbuka
tampak disana seorang dengan muka merah dan mengacungkan telunjuk kearahku
"sini....dan push up 50 kali!!!" suaranya parau
"syetan!!!" umpatku.
lemes........................................................
Hari ini aku bangun dengan tergesa, jam tanganku menunjuk angka 05.00, semalam keasyikan ngobrol.rupanya syetan telah menyumbat telingaku, dan menyelimutiku dengan hangatnya sehingga aku terlalu lelap untuk mendengar suara adzan subuh.
Nubrak nunyak aku segera lari ke dapur kuambil teko dan kuisi air, dan sejurus kemudian air itu telah kupasang di atas tungku, dan klik komporku mendesis dan menyala.lalu bergegas aku ke kamar mandi dan kuguyur tubuhku dari kepala hingga kekaki, aku baru nyadar ternyata sarungku belum kulepas...
'syetan' gerutuku.
Setelah kembali kuguyur tubuhku, kuraih botol sabun,
"weleh kok enteng banget". sambil kugoyang-goyang botol sabun ditanganku
ternyata tepat dugaanku... sabunku habis.
'syetan' gerutuku.
Terpaksa aku tak memakai sabun mandi...
"Okelah, gak pakai sabun, tetapi rambut yang telah kuguyur kok gak afdol tanpa sampo"....pikirku...
Kuraih kotak perlengkapan mandiku dan ...
"syetan!, perasaan baru satu minggu tuh sampo, udah abis sih?.."
kuraih handukku dan mulai menyeka tubuh basahku, aku berfikir segera kusudahi saja 'mandi basahku' ini.
setelah aku berwudlu kutunaikan sholat subuh,...
"aha", aku baru ingat nasib air yang tadi kurebus.
otakku terus terobsesi oleh hangat dan aroma kopi, begitu juga 'sesuatu' dalam perutku menggeliat menunggu seteguk kafein kopi..
sesampainya aku di dapur, mataku tak menemukan silau api warna biru dari kompor gas usangku,..
"siapa ya, yang telah mematikan kompor itu"....tanyaku
lalu mataku tertuju ke tombol kompor...."nah!!" pekik kutertahan
Gasku ternyata habis juga,sementara air belum mendidih, gimana mendidih,lha panas juga belom? gerutuku sambil memegang teko karena penasaran.
'syetan, gak jadi ngopi neh...' gerutuku.
Setengah sewot aku kembali ke kamar untuk ganti baju, kubukadan kucari baju seragam warna kuning gading dan celana warna hitamku....
Rak paling atas telah kuseleksi....
Rak kedua ku teliti....
Rak ketiga?, tak mungkin... ini khusus baju-baju anakku...
Kuulang lagi dari atas, lalu terus kebawah....
"Syetan" gerutuku.
Baju dan celanaku masih ditumpukan cucian yang baru kering, dan artinya belum disetrika...
Sesaat kemudian aku telah sedia untuk berangkat,ku cek kembali tas bawaanku, jam tangan, laptop, charger laptop, CD driver titipan temenku, dasi, dan kaos kaki...
"Ok. lengkap". aku meyakinkan diriku sendiri
"what!!". aku kaget... jam telah menunjukkan pukul 06.20
kusambar kunci motor,lalu kustarter dengan engkolan kuatku.lalu tancap gas.....
taklama kemudian aku sampai di prempatan deket kampus gunadarma, lampu merah terasa begitu lama,...
1...,2...,3 kutarik gas motorku....
chiiiiiitttt.... suara motor dari arah kiriku begitu memekakkan telingaku.
"syetan!!!" umpatnya."lampu merah"....teriaknya lagi
"ah kepalang tanggung.." pikirku gas kutarik lagi dan melaju kencang.
beberapa menit kemudian akupun telah masuk kekampus UI, tanpa kuduga motorku tiba-tiba mati!@
setelah kuinjak rem dengan mendadak dan menepi....
"jangan-jangan motorku semalem gak diisi bensin oleh iparku yang malem mingguan kemaren". pikirku.
"syetan!!!" umpatku.
benar-benar habis!!,
kering kerontang!!
terpaksa kudorong motorku.....
"sial, nih motor berat banget!!!"....
dongkol, gondok, mangkel, sebel.........
singkat cerita, sampailah aku ditempatku bekerja....
Gerbang sudah tertutup!!
"syetan!!!" umpatku.
Ku raba saku ku, dan kucari HP ku...tak kutemukan dan berarti telah tertinggal
"syetan!!!" umpatku.
lalu....
krekeeet... gerbang terbuka
tampak disana seorang dengan muka merah dan mengacungkan telunjuk kearahku
"sini....dan push up 50 kali!!!" suaranya parau
"syetan!!!" umpatku.
lemes........................................................
Minggu, 01 November 2009
welcome to my teritory
seseorang butuh tempat, waktu dan keadaan dimana ia bisa mencurahkan isi hatinya. di istanaku ini tempatku berdoa dan mengheningkan cipta.....
apapun yang kutulis ini, hanya untukku.....
apapun yang kutulis ini, hanya untukku.....
Langganan:
Postingan (Atom)